Tuesday, February 25, 2014

TUTORIAL AUTOCAD 1


AutoCAD adalah perangkat lunak komputer untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. Keluarga produk AutoCAD, secara keseluruhan, adalah software CAD yang paling banyak digunakan di dunia.
AutoCAD digunakan oleh insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, desain interior dan lain-lain.
untuk itu saya coba shre tutorial sederhana untuk memualai auto cad yaitu sebagai berikut :


1. Menggambar segmen garis
pilih draw    line   segmen dan klik daerah gambar tempat andan ingin menempatkan garis.
• Dengan  sistem koordinat cartesian
Ketik koordinat awal dan akhir pada setiap garis
• Dengan sistem koordinat polar
Ketik @, jarak, < , dan sudut. Tidak boleh terdapat spasi diantara karakter.  Misalnya, untuk menetapkan jarak 4 pada sudut 30 derajat, ketikkan @4<30  
• Dengan sistem koordinat cartesian relatif
Ketik @, jarak horisontal, koma, dan jarak vertikal. Tidak boleh terdapat spasi diantara karakter.  Misalnya, untuk menetapkan jarak 4 satuan kekanan dan 6 satuam kebawah, ketikkan @4,-6   

2. Membatalkan perintah 
Tahan tombol CTRL dan tekan Z

3. keluar dari kotak dialog dan tanpa merubah apapun
Tekan tombol Esc.

4. Melihat tampilan gambar
Pilih View      Zoom, kemudian pilih alternatif berikut :
All : Semua gambar yang ada dibidang gambar akan ditampilkan dilayar.
Extents : Sama dengan pilihan All tetapi tampilan persis pada ukuran layar.
previous : Tampilan sebelumnya yang ditampakkan dilayar.
Windows : Menampilkan gambar dengan cara membuat jendela.
Realtime   : Menampilkan dengan cara menggerakkan mouse keatas dan kebawah yang disertai dengan menekan tombol mouse sebelah kiri.
pilihan lain akan dijelaskan kemuadian.

5. Memilih obyek
• Memilih langsung
Gerakkan mouse, tempatkan obyek tepat pada garis silang kursor dam klik kiri tombol mouse.
• Jendela dari kanan ke kiri
Tempatkan kursor di sebelah kanan luar obyek gambar yang akan dipilih kemudian klik kiri tombol mouse, gerakkan mouse kekiri sampai kotak jendela menyentuh obyek yang dipilih dan klik kiri tombol mouse.

• Jendela dari kiri ke kanan
Tempatkan kursor di sebelah kiri luar obyek gambar yang akan dipilih kemudian klik kiri tombol mouse, gerakkan mouse kekanan sampai  semua obyek yang dipilih masuk kedalam kotak jendela,  kemudian  klik kiri tombol mouse.

6. Menghapus obyek gambar
Cara  1.
Pilih obyek yang mau dihapus ( point 4 ), lalu tekan tombol  Delete pada keyboard.
Cara  2.
Pilih  modify     Erase, kemudian pilih obyek yang akan dihapus ( point 4 ), dan tekan Enter .

7. Menyimpan gambar dalam file.
Pilih   File     Save, kemudian ketikkan nama file, tentukan  direktory  tempat penyimpanan dan  tekan tombol pilihan OK.

8. Mencetak hasil gambar tanpa skala.
Pilih  File     Plot, maka akan tampak kotak dialog. selanjutnya ikuti cara berikut ;

• Pastikan bahwa pilihan printer sama dengan printer yang anda gunakan.
• Pilih ukuran kertas.
• Pastikan pilihan Scale pada tulisan Scale to Fit
• Pilih Windows, lalu buatlah kotak jendela pada gambar yang akan dicetak.
• Pilih  tombol Full Preview untuk melihat hasil cetak. keluar dari preview jika sudak benar dengan menekan tombol kanan mouse dan memilih Exit.
• Pilih tombol OK


9. Grip dan Snap
Pada saat anda memilih obyek  gambar garis maka akan terlihat kotak kecil berwarna di ujung dan di tengah garis, kotak itulah yang disebut dengan Grip. Kotak diujung disebut Endpoint, ditengah disebut Midpoint.  Snap adalah fasilitas untuk menempatkan pilihan pada titik Grip yang dilakukan dengan cara menekan tombol Shift dikuti dengan menekan tombol kanan mouse dan memilih titik Grip.


Tuesday, February 11, 2014

ANALISIS TURAP





gambar: contoh turap beton

Turap adalah dinding vertical yang relative tipis yang berfungsi untuk menahan tanah juga untuk menahan masuknya air ke dalam lubang galian.  Karena pemasangan yang mudah dan biaya yang murah, turap banyak digunakan pada pekerjaan-pekerjaan seperti, penahan tebing galian sementara, penahan longsong, stabilitas lereng, bangunan-bangunan pelabuhan, bendungan serta bangunan lainnya. Dinding turap tidak cocok untuk menahan tanah timbunan yang tinggi karena akan memerlukan luas tampang bahan turap yang besar. Selain itu, dinding turap juga tidak cocok digunakan pada tanah yang mengandung banyak batuan-batuan, karena menyulitkan pemancangan.

A.                Tipe pondasi Turap  
Menurut bahan yang digunakan dalam hal perancangan pondasi turap, pondasi ini terdiri dari kayu, beton bertulang, dan baja. Adapun dimakalah ini penulis hanya menjabarkan tentang pondasi turap beton.

1.                  Turap Kayu
Turap kayu digunakan  untuk penahan tanah yang tidak begitu tinggi, karena tidak kuat menhan beban-beban lateral yang besar. Turap ini tidak cocok digunakan pada tanah berkerikil, karena turap cenderung pecah bila dipancang. Pada penggunaan turap kayu yang difungsikan untuk bangunan permanen yang berda di atas muka air, maka perlu diberikan lapisan pelindung agar tidak mudah lapuk. Turap ini biasa digunakan untuk pekerjaan sementara, seperti halnya untuk menahn tebing galian sementara. Bentuk susunan turap kayu dapat dilihat pada


Gambar 1 turap kayu


2.                  Turap beton
Turap ini terdiri dari balok-balok beton yang telah dicetak sebelu dipasang dengan bentuk tertentu. Balok-balok turap dibuat saling mengkait antara satu balok dengan balok yang lain. Masing-masing balok, kecuali dirancang kuat menahn beban –beban yang bekerja pada turap, juga terhadap beban-beban yang akan bekerja pada waktu pengangkatannya, ujung bawah turap biasanya dibuat runcing karena untuk mempermudah pemancangan.


Gambar 2 Turap Beton
3.                  Turap Baja
Turap ini sangat banyak digunakan, karena turap ini memiliki banyak kelebihan diantaranya :
a.                   Mudah dalam penanganan
b.                  Kuat menahan gaya-gaya benturan pada saat pemancanagn
c.                   Bahan ini relative ringan
d.                  Turap ini dapat digunakan berulang kali
e.                   Memiliki keawetan yang tinggi.


Gambar 3 turap baja

B.                 Perancangan Dinding Turap Beton
 Secara umum konstruksi turap dilapangan dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 4 konstruksi turap beton yang runtuh / gagal
1.                 Gaya-gaya yang bekerja pada turap
Pada sebuah konstruksi turap, gaya-gaya yang bekerja dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
-    Tekanan tanah aktif (Pa)
Yang dimaksud dengan tekanan tanah aktif adalah tekanan tanah lateral minimum yang mengakibatkan keruntuhan geser tanah akibat gerakan dinding menjauhi tanah dibelakangnya (Hary Christady, 1996)

-          Tekanan tanah pasif (Pp)
Yang dimaksud dengan tekanan tanah pasif adalah tekanan tanah lateral maksimum yang mengakibatkan keruntuhan geser tanah akibat gerakan dinding menekan tanah urug (Hary Christady, 1996)
2.                 Analisis Gaya yang Bekerja pada Turap
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa turap mengalami gaya-gaya, yaitu tekanan aktif dan tekanan tanah oasif. Gaya-gaya inilah yang selalu bekerja pada sebuah konstruksi turap. Koefisien tekanan tanah dapat dilihat pada rumus dibawah ini

Dimana :
Ka adalah koefisien tekanan tanah aktif
Kp adalah koefisien tekanan tanah pasif
Θ adalah sudut geser dalam
Sementara itutekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif merupakan luasan dari diagram tekanan tanah yang terjadi dikalikan dengan koefisien tekanan tanahnya. Contoh :

-          Bila diagram tekanan tanahnya berbentuk segiempat

-          Bila diagram tekanan tanahnya berbentuk segitiga

 Dimana :
 γ adalah berat volume tanah
H adalah kedalaman titik yang ditinjau dari permukaan tanah
Ka adalah koefisisen tekanan tanah aktif
Begitu juga dengan rumus untuk menghitung tekanan tanah pasif. Analogi dengan rumus tekanan tanah pasif. Berikut adalah gambar contoh diagram tekanan tanah yang terjadi pada sebuah konstruksi turap.

Gambar 5 distribusi tekanan beban pada tanah

3.                 Perhitungan Turap
Bangunan perkuatan turap dibuat di Profil 8,  dimana di profil tersebut terdapat tikungan yang kemungkinan besar dapat terjadi gerusan yang mengakibatkan longsoran,
Menghitung beban P(beban dinding balok pada lereng sepanjang 3m)

·         Sisi Tegak
Volume       = 0,3 x 0,3 x 2,83 = 0,254558 m3
Berat         = Volume x berat jenis beton = 0,2546 x 2,4 = 0,61094 ton
·         Sisi Datar
Volume       = 0,3 x 0,3 x 3 = 0,27 m3
Berat         = Volume x berat jenis beton = 0,27 x 2,4 = 1,944 ton
Berat total        ( P )  = Berat sisi tegak + Berat sisi datar
                                 = 0,61094 T + 1,944 T = 2,555 Ton
                    P sin α  = P sin 45 = 2,555 sin 45 = 1,806616 ton

        P cos α  = P cos 45 = 2,555 cos 45 = 1,806616 ton


PA2                     = 0,5 x gb x Ka x (0,3)2 x 3
                 =0,5 x (0,3)2  x 1,62 x 0,528 x 3
                        = 0,115
PA3                   = q x Ka x (0,6+d) x 3
  
                        = 2,565d + 1,539
PA4                          = 0,5 x gsat  x Ka x (0,6+d)2 x 3
                                =0,5 x (2,11)2  x 0,528 x (0,6+d)2  x 3
                        = 1,671d2 + 0,601
NO.
Pa (Ton)
Lengan (m)
Momen (Tm')
1
2.565
d              +
2.309
0.45
+0.5d
1,28d2+2,309d+1,039
2
0.115
0.7
+d
0,0805 + 0,115d
3
2.565
d              +
1.539
0.3
+0.5d
1,2825d2 + 1,539d + 0,1617
4
1.671
d2          +
0.601
0.2
+1/3 d
0,557d3 + 0,3342d2 + 0,2d + 0,1702
Ema
(0.557d3)+(2.8967d2)+(4.163d)+(1.4514)

Tabel 1 Tabel Hasil Perhitungan Momen aktif

Pengaruh beban titik (P)
Ma = P sin α  x lengan = 1,806616 x (0,6+0,3+d) = 1,807d + 1,626
Ma = P cos α  x lengan = 1,806616 x (0,6+0,3+d) = 1,807d + 1,626

d = 3,7m
Maka kedalaman turap adalah   = 0,9 m + d
                                                            = 0,9 m + 3,7 m
                                                            = 4,6 m
Menghitung angka keamanan turap
PA1                                                                                 = 11,801 T/m
PA2            = 0,115                                                            = 0,115 T/m
PA3            = q x Ka x (0,6+d) x 3
            = 1,62 x 0,528 x (0,6+3,7) x 3                       = 11,031 T/m
PA4            = 0,5 x gsat  x Ka x (0,6+d)2 x 3
= 0,5 x (2,11)2  x 0,528 x (0,6+3,7)2  x 3                     = 30,891 T/m
∑ PA    = 53,839 T/m
∑ PP                 = 5,996 d2
                                 = 5,996.(3,7)2
                        = 82,08335 T/m
SF          =  ∑ PP/ ∑ PA ≥1,2
              = 1,525≥ 1,2         Aman



 sumber refrensi :
Christady Hery H,2006 cetakan ke tiga, “Teknik Pondasi 2”, Beta Offsite, Yogyakarta.

Download .doc Microsoft Worldnya disini